Wednesday, November 14, 2007

Kopi Gayo Rp 800.000/kg di Tokyo

BANDA ACEH - Kepala BKPMD NAD, Ir T Zainoel Arifin TP Polem, Senin (4/12) mengatakan harga jual kopi produksi PT Geunap Meupakat, Bener Meriah mencapai Rp 800.000/kg. Hal ini diketahui dalam pameran investasi Indonesia yang dibuka oleh BKPM Pusat, Muhammad Luthfi di Shinagawa Convention Centre, Tokyo, akhir bulan lalu.

Zainoel mengatakan pada hari pertama pameran, 29 Nopember 2006, stand Aceh banyak mendapat perhatian dari para pengunjung, termasuk Hiro Nori Yamamoto, seorang pengusaha Jepang. Disebutkan, Yamamoto yang memiliki pabrik pengolahan kopi di Cina dan Jepang direncanakan akan mengunjungi Aceh pada bulan ini. “Pengusaha Jepang ini sangat tertarik dengan kopi dataran tinggi Gayo dan akan mengadakan pertemuan dengan para petinggi PT Geunap Meupakat untuk membahas kerjasama pengolahan kopi, khususnya jenis arabica” jelas Zainoel. Dia berharap, peluang ini harus disambut dengan baik oleh perusahaan milik daerah tersebut.

“Untuk mengundang investor datang ke Aceh, bukan sebuah pekerjaan mudah, tapi harus melalui berbagai tantangan, seperti mengikuti berbagai pameran di luar negeri. Tapi, berbagai komoditi unggulan harus juga dipamerkan agar para investor tersebut yakin dan percaya,” tuturnya.

Diharapkan, kerjasama itu akan memberi peluang usaha lebih besar lagi kepada para petani kopi Bener Meriah dan Aceh Tengah serta Aceh umumnya. Pameran tersebut yang telah berakhir pada Sabtu (2/12) lalu, juga mengikutsertakan tim kesenian tarian Saman Aceh yang mendapat sambutan luar biasa dari para pengunjung pameran, tandas mantan Kadistan dan TPH NAD itu.(muh)

Pasca Tsunami, Kopi Gayo Semakin Mendunia

TAKENGON – Mantan Gubernur Aceh, Mustafa Abubakar, Minggu (30/4) mengatakan, pasca musibah gempa dan tsunami yang melanda Tanah Rencong, 26 Desember 2004 lalu, nama kopi Gayo semakin mendunia. Kopi ini merupakan bubuk kopi terbaik di Indonesia bahkan di dunia. Namun, selama ini kurang dikenal di pasaran kopi internasional.

Pasca tsunami, mata dunia melihat Aceh yang porak-poranda dan mereka juga melihat sejumlah potensi dan sumberdaya alam di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Kopi Gayo dikenal punya cita rasa yang khas dibandingkan dengan kopi lain di Indonesia seperti kopi Mandailing dan Lintong di Sumatera Utara dan kopi Toraja di Sulawesi Selatan.

Untuk itu, Mustafa Abubakar mengharapkan para petani memafaatkan momen tersebut untuk menjalin kerjasama ekspor kopi dengan negara lain. Mustafa Abubakar tiba di kilometer 60, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah kemarin untuk menghadiri peletakan batu pertama pembangunan rumah korban konflik di daerah itu.

Dikatakan, kopi Gayo banyak dikonsumsi masyarakat dunia, namun produk kopi tersebut tidak memakai nama Gayo, tetapi menggunakan kemasan dan merek lain sehingga sangat merugikan petani Gayo. Oleh karena itu, kata Mustafa, diperlukan promosi yang gencar untuk mengembalikan nama Kopi Gayo di pasaran internasional. Untuk rehabilitasi dan rekontruksi Aceh pasca tsunami, uang mengalir ke Aceh tiap bulannya mencapai 2 triliun lebih dan selama setahun tidak kurang 20 triliun uang yang beredar di Provinsi Aceh.

Untuk itu, diperlukan kejelian kita agar uang sebanyak itu dapat dimamfaatkan untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di daerah ini. Selain komoditi andalan kopi, Aceh Tengah dan Bener Meriah juga potensial komoditi hortikultura lain seperti tomat, kentang, kol, cabe, dan sayur-sayuran lainnya. Melihat potensi alam di dataran tinggi Gayo, Mustafa Abubakar menganjurkan untuk mengembangkan budidaya bunga potong untuk diperdagangkan ke luar daerah.

Manajemen Geunap Mupakat Perlu Diganti

BANDA ACEH - Manajemen PD Geunap Mupakat harus segera diganti agar kelangsungan perusahaan milik daerah ini dapat berlanjut, karena kondisi saat ini hampir mati suri. Pemda NAD sebagai pemilik saham terbesar harus segera mengaudit perusahaan ini, baik rasio keuangan maupun manajemennya secara transparan dan diumumkan kepada publik.

Demikian dikatakan salah seorang anggota Fraksi PAN DPRD NAD asal pemilihan Aceh Tengah, Hj Ismaniar SE, Jumat (10/12). Menurut dia, kelangsungan perusahaan ini lalu harus tetap dijaga karena komoditi kopi Gayo sudah dikenal di kawasan Eropa dan Amerika sebagai tujuan ekspor negara utama. Apalagi, masalah utang perusahaan ini belum juga diselesaikan karena manajemen perusahaan belum mampu melakukan perundingan dengan Holland Coffee dari Belanda tentang harga kopi.

Karena, selama ini, disinyalir, pihak manajemen hanya menuruti keinginan Holland Coffee dalam berbagai bentuk kebijakan, terutama harga. “Diperkirakan, utang PD Geunap Mupakat mencapai Rp 11 milyar,” katanya. Melihat angka ini, sungguh sangat memprihatinkan. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, anggaran dari Provinsi NAD selalu dialokasikan ke perusahaan ini. Pada tahun 2003 lalu, telah dialokasikan dana sebesar Rp 2,55 milyar dan dilanjutkan pada tahun 2004 sebanyak Rp 5 milyar.

Walaupun demikian, ujarnya, masalah ini tidak perlu diperpanjang asal manajemennya diganti. Artinya, masalah utang diselesaikan melalui sebuah jalur tersendiri. Sehingga, roda perusahaan tidak terganggu dengan berbagai persoalan yang telah membuat PD Geunap Mupakat hampir bangkrut, katanya. Selain itu, dengan hidupnya roda perusahaan, pendapatan petani kopi juga akan terangkat. Apalagi, PD Geunap Mupakat mampu melakukan negoisasi harga dengan pihak luar, terutama Holland Coffee yang memiliki saham di perusahaan tersebut. Hal ini pernah dilakukan oleh Manajer PD Geunap Mupakat asal Belanda, A Hijboer.

A Hijboer hanya menjabat tugas tersebut selama 6 bulan, yakni dari Oktober 1997 sampai Maret 1998. Saat itu, PD Geunap Mupakat mampu menghasilkan omzet sebanyak Rp 53 milyar. Namun, setelah Hijboer disingkirkan, perusahaan ini mulai terombang-ambing dan sedang menuju kehancuran. Sementara, T Zarmansyah salah seorang konsultan dari SKAL Belanda pernah mengungkapkan produksi kopi di Aceh Tengah terus turun dari tahun ke tahun. Hal ini akibat lahan kopi banyak yang tidak produktif lagi karena sudah lama ditinggalkan pemiliknya dan harus segera direhabilitasi.

Padahal, Aceh Tengah (termasuk Kabupaten Bener Meriah) merupakan salah satu lumbung kopi di Asia Tenggara. Lahan perkebunannya murni dikelola oleh rakyat. Berbeda dengan di daerah lain yang dimiliki oleh pengusaha. Komoditi kopi merupakan tumpuan hidup rakyat Tanah Gayo. Pendapatan asli daerah sebesar Rp 5 milyar, 60 persen di antaranya dari produksi kopi.

Permintaan pasaran dunia terhadap kopi Arabika yang ditanam di Aceh Tengah cukup tinggi. Tapi, sejak konflik meluas ke Aceh Tengah, sebanyak 35.000 ha lahan kopi telantar ditinggal petani dari total 72 ribu lahan kopi. Kopi Gayo (jenis kopi arabika terbaik) diimpor menjadi Gayo Mountain Coffee yang pasar ekspornya Amerika, Jepang, dan Eropa.(muh)

Friday, May 18, 2007

Kopi Organik Gayo: Aromanya Memikat Dunia

Udara dingin menyambut kedatangan kami saat mendarat di bandara Rembele Bener Meriah-Aceh setelah menempuh penerbangan selama 1 jam dari Medan. Sejauh mata memandang, terlihat perkebunan kopi yang terhampar di pegunungan di Tanah Gayo ini. Kopi menjadi sumber pendapatan utama masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah. Perputaran uang dari kopi di kawasan ini diperkirakan mencapai lebih dari satu trilyun rupiah setahunnya.

Salah satu pesona tanah Gayo ini adalah Danau Laut Tawar yang terletak di kota Takengon, ibu kota propinsi Aceh Tengah, yang juga merupakan sentra kegiatan ekonomi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Untuk mencapai kota ini, terdapat dua alternatif cara, yaitu melalui jalan darat selama 8-10 jam dan melalui udara selama 1 jam, keduanya ditempuh dari Banda Aceh atau Medan.

Selain keindahan alamnya dan keramahan masyarakat Gayo yang berbaur dengan masyarakat keturunan Jawa dan Aceh, aroma kopi arabika Gayo juga menarik investor nasional dan internasional untuk berusaha ke sana. Sebut saja PT. Indo CafCo (Ecom Group-Perancis), PT. Sarimakmur Tunggal Mandiri, PT. Menakom, Forestrade (AS), yang berkantor di Medan dan Padang. Perusahaan-perusahaan ini merupakan pemasok kopi ke pasar dunia, seperti Starbucks, Utz Kapeh dan pasar fair trade.

Lokasinya yang berada di ketinggian di atas 1.100 meter dpl, menjadikan tempat ini cocok untuk perkebunan kopi arabika. Pantas saja, bila kopi Gayo masuk dalam peta kopi arabika dunia, termasuk kopi organik.

Dibudidayakan Secara Tradisional

Perkebunan kopi organik milik rakyat berada di lereng-lereng bukit yang terjal, ditanam secara tumpangsari dengan tanaman lamtoro, jeruk, dan alpukat sebagai tanaman peneduh dan pencegah erosi. Usia rata-rata tanaman kopi berkisar 10 tahun, bahkan banyak juga yang berusia lebih dari 30 tahun. Tanaman kopi arabika didominasi oleh jenis Ateng, Timtim dan Jember. “Lamtoro baik untuk tanaman kopi. Akarnya membantu kesuburan tanah dan mencegah erosi. Kalau daunnya baik bagi peneduh tanaman kopi,” ucap Suwari, petani kopi di Bukit Mulie Timang Gajah Bener Meriah. “Selain sebagai peneduh, jeruk dan alpukat bisa buat celengan di musim paceklik kopi, dan dijual di pasar lokal,” tambahnya.

Bulan Juni hingga Agustus merupakan musim paceklik kopi, dan produksi kopi menurun drastis. “Di musim paceklik, saya bisa memperoleh 3 kaleng gabah (parchment) kopi dalam 15 hari. Tapi kalau pas panen raya, bisa memperoleh 40 kaleng gabah dalam 15 hari,” tambah Julmansyah yang memiliki sekitar 2000 pohon kopi diluas lahan 1 ha miliknya. Satu kaleng gabah kopi setara dengan 10 bambu atau 11 kg gabah. Umumnya petani menggunakan satu bambo (1 bambu=1,1-1,2kg) atau kaleng.

Panen raya biasa terjadi pada bulan September hingga Desember setiap tahunnya. Bulan Januari hingga Mei, petani tetap panen meskipun jumlahnya tidak sebesar panen raya. Harga kopi di tingkat petani mengikuti harga dunia yang dipatok dengan dolar. “Saat krisis tahun 1997- 1998, petani di sini makmur - makmur. Saat itu, tiap petani mampu membelikan kereta (motor-red) buat anak-anaknya,” menurut Heri yang merupakan rekan Julmansyah dan Suwari menjelaskan. Saat ini harga kopi berkisar Rp.9.000-10.500/bambo gabah kopi di tingkat petani. Sementara biji kopi di tingkat pengumpul mencapai harga Rp. 18.000- 19,500/kg dengan kadar air 18%.

Budidaya kopi rakyat dilakukan turun temurun. Mengikuti model perkebunan Belanda, jarak tanam antara tanaman kopi sekitar 2-3 meter, di bawah naungan lamtoro yang berjarak antara 10 meter. Semakin berlereng, jarak tanaman lamtoro semakin rapat untuk mencegah erosi. Dan setiap pangkal batang kopi terdapat lubang yang berjarak sekitar 0,5 meter (petani setempat menyebutnya “lubang angin”-red) untuk mengkomposkan daun-daun, gulma dan kulit kopi yang telah busuk, bahkan kotoran ternak. “Lubang angin dibuat agar kompos yang kita buat 'gak lari terbawa air, tetapi tertahan di lubang angin dekat tanaman kopi yang berada lebih miring di bawahnya,” jelas Suwari .

“Kalau ada jamur batang atau penggerek batang, biasanya kita pangkas batang kopi yang terkena penyakit. Payahnya kalau tanaman kopi terkena penyakit jamur akar, petani 'gak ada pilihan selain mencabutnya dan mengganti dengan tanaman baru,” kata Sumiran, petani sekaligus koordinator ICS (Internal Control System) PT. Indo
CafCo-Bonkawan di Bukit Mulie, Timang Gajah kabupaten Bener Meriah.

Banyak sekali hewan- hewan yang dapat ditemukan di kebun-kebun petani. “Selain burung, banyak ditemukan musang, tupai, labalaba, kadal, ular, dan monyet. Babi biasanya muncul menjelang magrib dan malam hari. Babi senang menggali tanah di bawah tanaman kopi, kadang membuat tanah longsor. Tetapi beberapa petani juga senang kebunnya kedatangan babi, karena membantu kesuburan tanah,” tambah Sumiran. “Buah yang berlubang yang didalamnya ada kutu hitam membuat biji kopi rusak dan susut beratnya. Penyakit ini yang susah diatasi petani,” kata Sumiran menjelaskan serangan penyakit Penggerek Buah Kopi (PBKo) yang disebabkan oleh kumbang (Hypothenemus hampei).

Dari hasil pengamatan di lapangan, ada beberapa petani yang sudah mulai menggunakan perangkap (trap) berwarna merah yang dilumuri lem (mengandung hormon seksual serangga-feromon) sehingga kumbang tertarik dan terperangkap ke alat tersebut. “Petani membiarkan buah yang berlubang. Buah tersebut akan tetap memerah dan dikutip (dipetik-red) seperti buah kopi yang masak. Buah yang berlubang dipisahkan saat pencucian gabah setelah digiling. Biasanya, buah yang berlubang hitam itu akan mengambang bila dicuci, lalu dipisahkan,” jelas M. Salam, petani di Desa Mude Benara Timang Gajah.

Saat panen raya, dari pagi hingga sore hari jemuran biji kopi memenuhi jalan-jalan desa dan halaman rumah atau mesjid. Petani sudah meninggalkan menjemur biji kopi tanpa dialasi. Mereka menggunakan terpal untuk penjemuran. Sementara di kebun-kebun kopi nampak kesibukan para pemetik kopi dan pemilik kebun memetik dan mengangkut buah kopi dari lahan. “Sulit mencari pekerja saat panen raya kopi, semua orang sibuk dengan kebunnya masingmasing,” kata M. Salam. Masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah minimal memiliki 0,5 ha kebun kopi, sehingga pada siang hari saat panen raya, sulit menjumpai petani di rumah.

Dari Kebun ke Segelas Kopi

Buah-buah kopi yang masak dipetik di lahan. Kadang di lereng bukit yang curam, pemetik kopi dengan lincah berpindah dari satu batang kopi ke batang lainnya. Lahan-lahan kopi organik umumnya berada di perbukitan terjal, berjarak sekitar 1-2 km dari perkampungan. Banyak kebunkebun tersebut tidak dapat dilewati oleh motor, sehingga petani harus memanggul buah kopi hingga ke jalan raya terdekat, kemudian baru di angkut dengan motor menuju rumah.

Untuk memisahkan kulit kopi dari bijinya, kopi digiling terlebih dahulu, Hampir setiap rumah di tanah Gayo ini memiliki penggilingan kopi baik yang digerakan oleh dinamo atau tenaga manusia. Setelah terpisah dari kulitnya, biji kopi masih banyak mengandung lendir, maka biji-biji kopi tersebut harus dicuci dengan air berulang kali hingga lendirnya hilang. Kemudian biji kopi tersebut di jemur selama 1-2 hari dalam cuaca panas terik hingga mencapai kadar air 18%-20% (gabah). Setelah kering, barulah biji-biji kopi tersebut disangrai (digoreng tanpa minyak) lalu ditumbuk atau digiling sampai halus hingga menjadi bubuk. Bubuk kopi inilah yang siap untuk diseduh dan dinikmati.

Kadar kafein kopi robusta dua kali lipat lebih tinggi disbanding kopi arabika, namun orang Indonesia lebih menyukai kopi robusta ketimbang kopi arabika. Kata penikmat kopi, rasanya lebih pas. Oleh sebab itu maka kopi arabika yang dibuat untuk konsumsi rumah tangga di Tanah Gayo, biasanya dicampur dengan kopi robusta.

Bila kopi untuk ekspor, petani menjual biji kopi (gabah) ke pengumpul yang berada di tiap desa. Lalu gabah tersebut dikeringkan kembali di bawah sinar matahari hingga kadar airnya 15-18%. Kopi berkadar air sebesar ini siap dijual ke pengumpul besar untuk dikeringkan hingga berkadar air kurang dari 13 persen. Lalu biji kopi di-huller, di-sortir dan dikemas untuk siap ekspor. Biji kopi inilah yang diolah lebih lanjut dan siap menyambut anda untuk minum di kafe-kafe besar. (Organis/ Agung P)

Tuesday, March 06, 2007

Perayaan Pembukaan Industri Pabrik Kopi Yang Telah Diremajakan di Dataran Tinggi Gayo


Para tokoh masyarakat berkumpul di Dataran Tinggi Gayo di luar kota Takengon pada 10 Februari untuk merayakan pembukaan sebuah proyek perkebunan kopi yang akan meremajakan industri kopi premium di Aceh Tengah. Renovasi pabrik pengolahan dan perkebunan kopi ini merupakan bagian dari proyek pengembangan senilai 10 juta dolar AS yang didanai oleh Badan Pembangunan Internasional Pemerintah AS (USAID).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Surya Dharma dan para undangan lainnya meninjau fasilitas di pabrik ini yang akan menjadi pusat usaha produksi kopi dengan mutu premium bersertifikasi organik di provinsi Aceh. Pabrik ini dijalankan oleh Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyanb (KBQB), sebuah koperasi terdaftar yang terdiri dari 5.000 penghasil kopi berskala kecil.

“Kami yakin akan masa depan provinsi ini dan melihat bahwa provinsi ini banyak memiliki potensi,” ujar Wakil Pemerintah A.S. Tom Morris. “Kami berkomitmen untuk bekerja bersama dengan para petani ini guna menjalin hubungan jangka panjang dan mengembangkan produksi mereka ke pasar internasional.”

Proyek perkebunan kopi yang didanai oleh USAID ini dikelola oleh Asosiasi Usaha Koperasi Nasional (the National Cooperative Business Association/NCBA) Amerika Serikat – sebuah organisasi yang berpengalaman selama bertahun-tahun dalam pengembangan usaha koperasi di Indonesia dan mahir di bidang industri kopi jenis khusus. USAID bermitra dengan NCBA untuk meremajakan infrastruktur perkebunan kopi dan pengolahan kopi di daerah ini.

Melalui proyek yang dimulai tahun 2005 ini, KBQB telah memperluas keanggotaannya yang berbasis-petani dari 39 orang menjadi 5.000 orang hanya dalam setahun. Dengan pelatihan yang diberikan, semua anggota kini merupakan penghasil kopi organik Arabika berkualitas tinggi yang bersertifikat internasional. Proyek ini juga menawarkan keahlian dan peralatan untuk membantu pemrosesan berkualitas serta pemasaran internasional kopi milik koperasi tersebut. Sejauh ini, koperasi telah menjual 720 ton metrik kopi Arabika berkualitas dengan harga premium pada pembeli produk-produk khas daerah di Amerika Serikat.

Proyek USAID/NCBA juga merehabilitasi kompleks-kompleks perkebunan kopi yang musnah selama 30 tahun konflik di wilayah ini. Proyek tersebut juga memfasilitasi pembentukan sebuah koperasi baru yang dikenal dengan Koperasi Kredit Maju Bersama, yang menyediakan peluang memperoleh kredit mikro bagi para petani lokal untuk membantu mereka meningkatkan sarana pertumbuhan dan produksi kopi mereka.

(sumber: SIARAN PERS KEDUBES AMERIKA SERIKAT 12 Februari 2007)

Sunday, September 10, 2006

Secangkir Kopi Pertajam Daya Ingat


Minum secangkir kopi di pagi hari ternyata tak hanya sekedar rutinitas, tetapi bagi sebagian orang sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Mengapa? Karena kopi merupakan stimulan atau perangsang dalam arti positif, yaitu secangkir kopi bisa mengawali hari yang baru dengan penuh semangat, karena tubuh terasa lebih segar sehingga gairah kerja meningkat. Hal ini disebabkan di dalam kopi terdapat zat yang dapat membantu merubah cadangan lemak menjadi energi yang disebut dengan kafein.

KAFEIN

Kafein merupakan bagian dari kelompok senyawa yang dikenal sebagai metilsantin, sedangkan bagian lain dari senyawa ini dikenal sebagai trofilin dan teobromin yang terdapat secara alamiah dalam 63 jenis species tumbuhan. Dan salah satu sumber utama kafein adalah kopi.

Kafein memang masuk dalam golongan zat yang punya kemampuan menstimultan otak. Kalau dipisahkan dari zat-zat lainnya, kafein aslinya berbentuk bubuk putih dengan rasa agak pahit, namun bagi pemakainya akan mendapatkan kekuatan ekstra untuk berperang melawan rasa lelah, karena munculnya semangat yang tinggi.

PENGARUH KOPI BAGI OTAK

Disamping memberi kebugaran pada tubuh, ternyata kopi bisa membantu berpikir lebih cepat, Orang yang akan melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi, jika minum kopi 15 menit atau 30 menit sebelum acara dilakukan, hasilnya akan cukup lumayan, karena kafein dalam kopi ternyata mampu memberikan sinyal pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan cepat mengolah memori pada otak

Para pelajar dan mahasiswapun begitu percaya dengan minum kopi sebelum mereka belajar, bisa membuat daya ingat mereka menjadi tajam, semua yang dipelajari seakan-akan mudah untuk diserap. Sebuah fenomena yang bukan sekedar sugesti belaka, tetapi bisa dijelaskan secara ilmiah.

Mengapa kafein dapat mempertajam daya ingat? Salah satu yang membuat orang mudah tidur adalah peran senyawa adenosin dalam sel otak, jika zat ini terikat oleh receptor-nya, secara otomatis akan memperlambat aktivitas sel tubuh, juga menyebabkan pembesaran pembuluh darah. Dan ternyata kafein dapat menyaingi fungsi adenosin, terutama dalam membuat ikatan dengan receptor. Kafein tidak akan memperlambat gerak tubuh. Seiring makin banyaknya kafein yang terserap masuk, lambat laun sel tubuh tidak akan merespon terhadap perintah-perintah adenosin, karena receptor di otak lebih sibuk bergumul dengan kafein, lain kata, kafein membalikkan semua pola kerja adenosin, yang dapat menimbulkan rangsangan terhadap susunan saraf otak, sehingga mengakibatkan daya pikir menjadi lebih tajam. Kafein dapat mencapai otak dan masuk sistim saraf melalui aliran darah dalam waktu 15 menit setelah seseorang minum kopi.

Setiap yang berlebihan pasti tidak baik akibatnya. Demikian juga dengan minum kopi yang berlebihan akan berpotensi untuk mengundang penyakit, seperti sulit tidur (insomnia), sakit kepala yang hebat, jantung berdebar-debar, bahkan kepanikan akan timbul terutama pada orang-orang yang sensitif. Minum kopi 1 hari sebanyak 1000 mg atau setara dengan 8-10 cangkir sudah dapat dikategorikan sangat berlebihan.

Kopi, yang sering dituding sebagai kambing hitam timbulnya penyakit, ternyata mempunyai sisi yang positif. Oleh karena itu jangan langsung percaya dengan cerita yang beredar tentang dampak negatifnya kafein. Teruslah minum kopi demi kebugaran Anda, jangan berlebihan, minum kopi dengan kadar kafein hingga 240 mg per hari, dan Anda akan tetap sehat. (/rit